Kondisi saat ini: Hujan turun deras, tepat, saat saya menyalakan komputer untuk menulis tulisan ini.
Suasana berisik dengan bunyi turunnya hujan yang deras. Maklum belakangan ini lagi musim hujan dan hujan turun deras kapanpun sesuka hatinya. Mengapa saya bilang begitu? Sebab ketika tulisan ini telah selesai, hujan yang tadinya deras pun berakhir, entah hilang kemana.
Pagi ini, saya terbangun dari tidur, setelah mendengar bunyi dari SMS yang masuk. SMS dari salah seorang sahabat saya, Lukas Ferdinand. Saya cukup terkejut saat menerima SMS nya, hingga saya memutuskan untuk menulis tulisan ini dan mengabadikannya. Dia mengatakan bahwa dia kangen dengan saya. Ya tentu saja, sebaliknya, saya pun merasakan hal yang sama, sebab banyak hal yang telah kami lewati bersama, dan biarlah itu semua menjadi kenangan pribadi kami.
Di pagi yang sepi ini, ketika mencoba flashback kehidupan, ingin rasanya mengabadikan tiap hal yang pernah kita lalui bersama. Tetapi itu sangat sulit menuliskan semuanya disini sebab sangat banyak sekali.
Saya mempunyai teman yang baik selama di perkuliahan, Rico dan Lukas, adalah dua diantaranya, dimana kami menghabiskan waktu bersama sama memaknai bahwa kehidupan itu adalah perjuangan dan tidak membiarkan kehidupan berlalu begitu saja, sehingga kami mengisinya dengan aktif di kegiatan mahasiswa. Motivasi utama kami sama, agar selalu tetap bersama untuk bisa berdampak pada lingkungan sekitar dimana telah ditempatkan-Nya. Yang mau saya sampaikan adalah betapa senang bisa menjadi sahabat kalian.
Tak terbayang, Liverpool adalah tempat kita bertemu. Teman - teman liverpool adorable adalah teman teman baik yang saya miliki, tempat kami melewati suka duka bersama.
Pernah kebayang? Betapa bangganya kita bisa mendapat the best Yel Yel pada saat pembinaan mahasiswa baru? Yel - yel yang kita miliki itu sangat penuh semangat hingga bisa meruntuhkan semangat 2000 mahasiswa baru lainnya. Masa pembinaan selama 1 minggu itu, memiliki tempat tersendiri di hati kita masing-masing, Liverpool Adorable (salah satu nama kelompok tutorial).
Teringat sebulan yang lalu, ketika Lukas berkunjung ke Bali bersama mama nya. Saya diperkenalkan oleh mama nya sebagai seorang sahabat. "Ini lho ma, sahabat ku." Saya terkejut dan tentu saja bangga. Pertama kalinya dalam hidup, seseorang mengakui saya sebagai sahabatnya.
Di samping itu, kita sempat berkunjung ke beberapa tempat di Bali bersama, saya tidak menyangka itu adalah menjadi pertemuan terakhir kita (saya yakin hanya sementara untuk saat ini), sungguh pertemuan yang sangat menyenangkan. Saya yakin suatu saat nanti kita pasti bisa bertemu, ya tentunya, dengan kondisi kita masing masing yang sudah berbeda. Ketika tiba saatnya kita bertemu nanti, biarlah tulisan ini bisa menjadi kenangan ketika kita membacanya kelak.
Saya berterima kasih kepada Tuhan yang boleh mengijinkan saya berkuliah di Petra, jika tidak, saya tidak akan pernah bisa berkenalan dan menjadi sahabatmu, Kas. Ketika Tuhan telah menempatkan saya untuk bekerja disini saat ini, ada rencanaNya yang baik tentunya. Sama halnya juga ketika Tuhan menempatkan kamu untuk berkerja di tanah kelahiranmu setelah ini. Rencana Tuhan siapa yang tahu?
Saya senang pernah mengajak kamu dan memperkenalkan kota Sidoarjo ke kamu. Suatu saat nanti ijinkan saya berkunjung ke tanah Papua untuk bisa paling tidak merasakan suasana alam disana. Ya, semoga Tuhan mengijinkan saya kesana suatu saat nanti.
Kehidupan kita hanya kita sendirilah yang memilih, Tuhan mengijinkan kita untuk menentukan pilihan kita. Oleh karena itu saat ini kita akan terpisah untuk melaksanakan kehidupan kita masing masing. Hingga suatu saat nanti, kiranya kita boleh sejenak bertemu untuk menceritakan hal - hal yang sudah kita lewati atas kehidupan kita masing - masing. Saya yakin, nanti kita pasti tak pernah kehabisan cerita mengenai kehidupan yang bisa kita bagi satu sama lain.
Kehidupan dan perjuangan hidup masih berjalan, doaku untukmu sahabat, semoga sukses dan semua hal boleh berjalan baik.
Hal yang menjadi poin utama yang mau saya bagikan buat pembaca adalah Rencana Tuhan indah pada waktuNya, ketika kita selalu memaknai kehidupan dan tetap bersyukur.
Saat ini adalah suatu titik di kehidupan, dimana, ketika saya sejenak melihat ke belakang dan merasakan apa saja yang pernah saya lewati, hanya rasa syukur yang hadir di benak untuk Sang Pemberi Kehidupan. Sungguh Tuhan sangat baik.






2 komentar:
iye dah dit.. laen kali kalo k Bali aku ajak mbokku, trs kenalin
"mah, ini lho koncoku.."
huehe..
hahaha.. boleehh.. boleeh..
Poskan Komentar