Sponsored Ads

Sabtu, Juli 28, 2012

KUASA DITANGANKU, YUK JAKSA… MARI CABULI KEBENARAN!!!


Dear all readers,

Jika anda seorang yang menjunjung tinggi keadilan, saya meminta waktu anda untuk membaca tulisan ini hingga rampung, yang tidak sekedarnya ditulis tapi berdasarkan fakta dan kejadian nyata.

Saya muak dengan idealisme MEDIA yang gampang diperjualbelikan dan omong kosong kebanyakan
manusia-manusia yang mendidik otak dan kebenaran lidah oleh benih MEDIA yang salah!!!

Saya ingin menyampaikan untaian kebenaran atas kasus orangtua saya, Edison Saleleubaja, S.Th (mantan Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai) beserta partnernya Ir. Samuel Panggabean(Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Kepulauan Mentawai).

Uraian singkat surat perintah penahanan Kejaksaan SUMBAR:
Edison Salelelubaja, S. Th dengan Ir. Samuel Panggabean telah menggunakan dana bagi hasil Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) Tahun 2003, 2004 untuk kepentingan dirinya sendiri dan orang lain atau suatu korporasi sebesar Rp. 1.549.010.493,- dengan menerbitkan Surat Keputusan Bupati No: 157 Tahun 2005 tentang pemberian insentif dan biaya operasional PSDH dari dana perimbangan Sumber Daya Alam Sektor Kehutanan Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Surat Bupati No: 152.11/281/Hut-MTW/2005 Tanggal 16 Des 2005 perihal penggunaan biaya operasional pada dana insentif PSDH, tanpa adanya penetapan penggunaan dana oleh menteri keuangan RI dan pertimbangan tekhnis Menteri kehutanan RI, sebagaimana diatur PP 51 tahun 1998 tentang PSDH.

Berikut Dakwaan Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat:

PRIMAIR:   
Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf a dan huruf b, ayat (2) dan ayat (3) UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

SUBSIDIAR:    
Pasal 3 juncto Pasal 18 ayat (1) huruf a dan huruf b, ayat (2) dan ayat (3) UU RI No. 31 Tahun 1999 yang telah dirubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Awal ceritaaaaa!
Edison Saleleubaja menjabat sebagai Bupati Kabupaten Kep. Mentawai selama 2 periode (10 Tahun), selama beliau menjabat, KEJATI SUMBAR telah mengirim surat permohonan penyidikan tentang hal yang sama ke KEJAGUNG PUSAT sebanyak dua kali, namun keduanya ditolak.
Setelah beliau serah terima jabatan pada tanggal 14 November, malamnya, beliau mengadakan acara makan bersama beserta KEJATI SUMBAR, secara langsung mereka menyerahkan surat panggilan ke kantor KEJATI SUMBAR.

Lusanya (16 November 2011), beliau menghadiri surat panggilan tersebut. Tanpa adanya alasan yang jelas, surat perintah penahanan atas tindak korupsi dikeluarkan segampang mengedipkan mata, sepertinya sudah direncanakan dari awal. Hari itu juga beliau diboyong ke LP Muara tanpa didampangi penasehat hukum. BOHONG! Sekiranya dalam MEDIA, KEJATI  menawarkan penasehat hukum! BOHONG! Jika saja ada yang menyatakan bahwa dalam meeting menghadiri surat panggilan, segalanya dibahas jelas!!

TANPA ADANYA BUKTI yang kuatbeliau dijadikan TERSANGKA kasus korupsi! Tanpa adanya penyidikan atau pemeriksaan atas tindakan korupsi yang dilakukan, penahanan dilakukan! Seperti halnya jika anda dinyatakan lulus di Universitas Indonesia contohnya, namun kenyataannya anda tidak pernah berkuliah di Universitas tersebut. JANGGAL dan KONYOL!! Saya sangat dan teramat meragukan statement yang tertera diatas surat penahanan KEJAKSAAN TINGGI SUMBAR-“UNTUK KEADILAN” (tidak lupa dengan tanda kutipnya), saya MEMPERTANYAKAN, KEADILAN MACAM APA yang diperkarakan???

Dua hari setelahnya, tepatnya tanggal 18 November 2011, Samuel Panggabean diberi surat penahanan yang sama. Keduanya sampai sekarang masih dalam tahanan.

FAKTANYA!!
  1. Adanya dan atau pemberlakuan insentif/ upah pungut berlangsung dan atau dimulai sejak tahun 1992. Jauh sebelum Edison Saleleubaja menjadi Bupati pertama Kab. Kep. Mentawai tahun 2001 ataupun sebelum Kab. Kep. Mentawai terbentuk, pemberlakuan ini sudah terbentuk. Pemberlakuan adanya insentif dimulai dengan adanya permohonan Menteri Kehutanan kepada Menteri Keuangan untuk menyetujui adanya insentif/ upah pungut untuk aparat kehutanan serta instansi yang mengamankan pendapatan Negara serta pelestarian hutan pada saat berlakunya Self Assessment dalam pemungutan hasil hutan.

Persetujuan Menteri Keuangan: 10% insentif dari dana bagian daerah tingkat I dan II
Surat Menteri Keuangan No. S 1538/MK.013/1991 tanggal 26 Des 1991, yang kemudian ditindak lanjuti oleh Menteri Kehutanan dengan surat No. S-535/MENHUT-II/1992 tanggal 17 Maret 1992, yang ditujukan kepada seluruh seluruh Gubernur di Indonesia, termasuk Gubernur SUMBAR yang menindak lanjuti dengan surat S-522-21/972 Prad 92 dan SK Gubernur SUMBAR SK 022-11-707-1992 Tanggal 4 November 1992.

Pembayaran insentif diberikan kepada 111 orang aparatur, dilakukan secara sah dan transparan, yaitu dengan adanya tanda terima, diterima di kantor Pemegang Kas (Sdr. Masril), tidak ada potongan satu rupiah pun kecuali potongan PPh sebesar 15% terhadap pegawai golongan III/a keatas, dan seluruh insentif telah dipertanggung jawabkan.

Sungguh aneh kalo saja korupsi sampai jelas dipotong pajak dan transparan!! Dari 111 orang yang mendapatkan insentif, kenapa tidak semuanya ditahan dan dijadikan tersangka??? Jika dinyatakan merugikan Negara, 111 orang itupun telah merugikan Negara! Kenapa hanya Edison Saleleubaja dan Samuel Panggabean yang dirasa merugikan Negara???
Berdasarkan keterangan saksi (111 orang), justru pada umumnya menyatakan berhak atas insentif yang diberikan, namun sebagian disita oleh Jaksa. Apa sudah ada kepastian hukum yang berkekuatan tetap sebelum diadakan penyitaan?? TIDAK SAMA SEKALI! Dikemanakan nantinya uang yang disita?? Dan mungkin akan saya pertanyakan, siapakah yang sebenarnya KORUPTOR jika saja sitaan itu tidak dikembalikan. Watch out!!

2. Pemberian Insentif dihentikan dengan adanya SURAT EDARAN MENTERI DALAM NEGERI No 903/2429/S/ tanggal 21 September 2005 tentang penyusunan APBD tahun 2006 dan pertanggung jawaban APBD tahun 2005, pada lampiran 2, b point 3: “tidak diperkenankan adaya biaya pemungutan/ insentif terhadap penerimaan restribusi daerah, pendapatan hasil daerah, dana perimbangan yag ditransfer dari KAS NEGARA ke KAS DAERAH.
Pemberlakuan surat edaran penghentian dana insentif direalisasikan untuk 2006 “penyusunan APBD 2006”, bukan 2005. Di Dinas kehutanan Provinsi SUMBAR pun setiap tahunnya dibagikan upah pungut. 

3. Memperhatikan persetujuan Menteri Keuangan (point 1) diatas, bahwa upah pungut/ insentif diperhitungkan 10% dari dana bagian daerah tingkat I dan II dan atau 10% dari DBH PSDH yang dikirim dari KAS NEGARA ke KAS DAERAH sesuai dengan PP No. 55 Tahun 2005, BAB I pasal 1 point 9: “Dana Bagi Hasil, selanjutnya disebut DBH adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi;Desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam rangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (UU No. 32 tahun 2004 Bab I pasal 1, 7.)

4. Merujuk surat persetujuan menteri keuangan No. S.1538/MK-013/1991; Surat Menteri Kehutanan S.535/MENHUT II/1992; Surat Gubernur SUMBAR S-522-21/974 Prod 92; SK Gubernur SUMBAR No. SK022-11-707/1992; PP No. 55/2005 dan UU No. 32 tahun 2004, Maka persetujuan persentase penggunaan DBH PSDH dalam rangka desentralisasi yang berorientasi pada kewenangan daerah, memungkinkan insentif/ upah pungut dianggarkan dalam APBD Kab. Kep. Mentawai tahun 2005 dan penganggaran ini juga didukung dengan adanya mata anggaran insentif dalam PERMENDAGRI No. 29 tahun 2002 dengan kode rekening 2/xx/xxxx/2/1/3.1, hal 63.

5. Mengingat Insentif/ upah pungut telah dianggarkan dalam APBD tahun 2005; APDB telah disetujui DPRD; APBD telah dievaluasi oleh Gubernur; APBD sudah ditetapkan menjadi peraturan daerah dengan No. 5 tahun 2005, Lembaran daerah No. 6 tahun 2005 dan juga APBD sebagai peraturan daerah termasuk dalam hirarki peraturan perundang-undangan (UU No. 10 tahun 2004) dan seterusnya APBD sebagai peraturan didaerah yang merupakan penjabaran lebih lanjut dari peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.

Dengan logika dan nalar yang masuk akal, saya dan anda pun bisa menilai, jika APBD yang dianggarkan telah disetujui oleh DPRD dan bahkan telah dievaluasi oleh Gubernur, dalam artian ketetapan APBD yang telah diturunkan kembali oleh Gubernur ke daerah Mentawai adalah sah!! Dimana letak kesalahan Edison Saleleubaja, S. Th dan Ir. Samuel Panggabean dalam melaksanakan PERDA. Apakah hanya keduanya yang mempertanggung jawabkan APBD mentawai 2005??? Semua penganggaran yang tertera dalam APBD telah dijalankan dengan aturan yang sesuai. Kenapa malah dijadikan perkara? Apa tujuan dari semua ini? Menekan dan merusak nama baik keduanya? Melumpuhkan pemerintahan Kab. Kep. Mentawai dengan menjebloskan sosok pemimpin yang kuat pondasi pendiriannya?

Jika saja Gubernur seorang pemimpin yang bijaksana, perkara ini tidak mungkin diturunkan hanya kepada tanggung jawab Bupati dan jajarannya. Pertanyaan besar melambung besar, Siapa sih yang bermain dibalik penzoliman ini?

Kemana perginya Jaksa Penyidik yang menuntut awal perkara ini? Kenapa begitu gampangnya dipindah tugaskan dan membuat perkara yang katanya “KORUPSI” makin tidak masuk akal layaknya bermain petak umpet!!!

6. Insentif/ upah pungut masuk dalam APBD tahun 2005 dilihat pada belanja daerah: belanja aparatur sesuai dengan UU No. 32 tahun 2004 pasal 1 point 16, Bab 1: Belanja daerah adalah semua kewajiban daerah yang diakui sebagai pengurangan nilai kekayaan bersih dalam periode tahun anggaran bersangkutan.

Bahwa insentif/ upah pungut dibayarkan kepada aparatur dan pembelian kendaraan digunakan untuk kepentingan aparatur, tidaklah merugikan daerah seperti yang dituduhkan jaksa penuntut umum dalam dakwaan, tuntutan, dan replik, akan tetapi insentif yang diberikan dalam pembayaran sah dan dipotong pajak secara sah, dan kewajiban daerah yang diakui secara sah sebagai pengurangan nilai kekayaan bersih sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Saya meminta teman-teman sekalian mau menyebarkan tulisan ini, agar kebenaran tidak hanya diperdengarkan hanya dalam lingkup kami saja, tapi semuanya, agar jelas dan nyata dan tidak dibuat-buat.

Please tag to anyone!!!

Salam,   
Rapta Saleleubaja


Dikutip dari: 

Jumat, November 11, 2011

Rencana Tuhan indah pada waktuNya, ketika kita selalu memaknai kehidupan dan tetap bersyukur.

Saat ini, adalah momen pertama kali saya menuliskan cerita di pikiran saya lewat blog (curhat). Hanya iseng saja, sebab takut momen ini akan terlewatkan begitu saja, setidaknya saya bisa mengabadikannya melalui tulisan ini.

Kondisi saat ini: Hujan turun deras, tepat, saat saya menyalakan komputer untuk menulis tulisan ini.
Suasana berisik dengan bunyi turunnya hujan yang deras. Maklum belakangan ini lagi musim hujan dan hujan turun deras kapanpun sesuka hatinya. Mengapa saya bilang begitu? Sebab ketika tulisan ini telah selesai, hujan yang tadinya deras pun berakhir, entah hilang kemana.

Pagi ini, saya terbangun dari tidur, setelah mendengar bunyi dari SMS yang masuk. SMS dari salah seorang sahabat saya, Lukas Ferdinand. Saya cukup terkejut saat menerima SMS nya, hingga saya memutuskan untuk menulis tulisan ini dan mengabadikannya. Dia mengatakan bahwa dia kangen dengan saya. Ya tentu saja, sebaliknya, saya pun merasakan hal yang sama, sebab banyak hal yang telah kami lewati bersama, dan biarlah itu semua menjadi kenangan pribadi kami.
Di pagi yang sepi ini, ketika mencoba flashback kehidupan, ingin rasanya mengabadikan tiap hal yang pernah kita lalui bersama. Tetapi itu sangat sulit menuliskan semuanya disini sebab sangat banyak sekali.

Saya mempunyai teman yang baik selama di perkuliahan, Rico dan Lukas, adalah dua diantaranya, dimana kami menghabiskan waktu bersama sama memaknai bahwa kehidupan itu adalah perjuangan dan tidak membiarkan kehidupan berlalu begitu saja, sehingga kami mengisinya dengan aktif di kegiatan mahasiswa. Motivasi utama kami sama, agar selalu tetap bersama untuk bisa berdampak pada lingkungan sekitar dimana telah ditempatkan-Nya. Yang mau saya sampaikan adalah betapa senang bisa menjadi sahabat kalian.

Tak terbayang, Liverpool adalah tempat kita bertemu. Teman - teman liverpool adorable adalah teman teman baik yang saya miliki, tempat kami melewati suka duka bersama.
Pernah kebayang? Betapa bangganya kita bisa mendapat the best Yel Yel pada saat pembinaan mahasiswa baru? Yel - yel yang kita miliki itu sangat penuh semangat hingga bisa meruntuhkan semangat 2000 mahasiswa baru lainnya. Masa pembinaan selama 1 minggu itu, memiliki tempat tersendiri di hati kita masing-masing, Liverpool Adorable (salah satu nama kelompok tutorial).

Teringat sebulan yang lalu, ketika Lukas berkunjung ke Bali bersama mama nya. Saya diperkenalkan oleh mama nya sebagai seorang sahabat. "Ini lho ma, sahabat ku." Saya terkejut dan tentu saja bangga. Pertama kalinya dalam hidup, seseorang mengakui saya sebagai sahabatnya.
Di samping itu, kita sempat berkunjung ke beberapa tempat di Bali bersama, saya tidak menyangka itu adalah menjadi pertemuan terakhir kita (saya yakin hanya sementara untuk saat ini), sungguh pertemuan yang sangat menyenangkan. Saya yakin suatu saat nanti kita pasti bisa bertemu, ya tentunya, dengan kondisi kita masing masing yang sudah berbeda. Ketika tiba saatnya kita bertemu nanti, biarlah tulisan ini bisa menjadi kenangan ketika kita membacanya kelak.

Saya berterima kasih kepada Tuhan yang boleh mengijinkan saya berkuliah di Petra, jika tidak, saya tidak akan pernah bisa berkenalan dan menjadi sahabatmu, Kas. Ketika Tuhan telah menempatkan saya untuk bekerja disini saat ini, ada rencanaNya yang baik tentunya. Sama halnya juga ketika Tuhan menempatkan kamu untuk berkerja di tanah kelahiranmu setelah ini. Rencana Tuhan siapa yang tahu?

Saya senang pernah mengajak kamu dan memperkenalkan kota Sidoarjo ke kamu. Suatu saat nanti ijinkan saya berkunjung ke tanah Papua untuk bisa paling tidak merasakan suasana alam disana. Ya, semoga Tuhan mengijinkan saya kesana suatu saat nanti.

Kehidupan kita hanya kita sendirilah yang memilih, Tuhan mengijinkan kita untuk menentukan pilihan kita. Oleh karena itu saat ini kita akan terpisah untuk melaksanakan kehidupan kita masing masing. Hingga suatu saat nanti, kiranya kita boleh sejenak bertemu untuk menceritakan hal - hal yang sudah kita lewati atas kehidupan kita masing - masing. Saya yakin, nanti kita pasti tak pernah kehabisan cerita mengenai kehidupan yang bisa kita bagi satu sama lain.

Kehidupan dan perjuangan hidup masih berjalan, doaku untukmu sahabat, semoga sukses dan semua hal boleh berjalan baik.

Hal yang menjadi poin utama yang mau saya bagikan buat pembaca adalah Rencana Tuhan indah pada waktuNya, ketika kita selalu memaknai kehidupan dan tetap bersyukur.
Saat ini adalah suatu titik di kehidupan, dimana, ketika saya sejenak melihat ke belakang dan merasakan apa saja yang pernah saya lewati, hanya rasa syukur yang hadir di benak untuk Sang Pemberi Kehidupan. Sungguh Tuhan sangat baik.